
Jumat, 12 Desember 2025,dalam rangka memberikan edukasi dan pendampingan bagi peserta didik terkait pentingnya memahami perkembangan remaja dan risiko pernikahan dini, sekolah mengadakan kegiatan KUA Goes to School yang bekerjasama dengan KUA Kepanewon Jetis. Pada acara ini bertema BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) dengan materi Pernikahan Usia Dini. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan siswa mengenai dampak kesehatan, psikologis, dan sosial dari pernikahan di usia yang belum matang serta mendorong mereka untuk meraih cita-cita dan pendidikan setinggi mungkin.
Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui sambutan dari Kepala Sekolah, Bapak Sumarno, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya edukasi mengenai pernikahan usia dini di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks. Beliau menyampaikan bahwa remaja saat ini harus dibekali pemahaman yang benar agar mampu mengambil keputusan yang bijak mengenai masa depan.
Bapak Sumarno juga menegaskan bahwa sekolah sangat mendukung program KUA Goes to School karena sejalan dengan upaya sekolah dalam memberikan pendidikan karakter dan pembentukan pribadi yang bertanggung jawab bagi peserta didik. Beliau berharap kegiatan ini menjadi ruang dialog yang bermanfaat bagi siswa dalam menghadapi tantangan remaja.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari KUA, yaitu H. Arman Siregar, S.H.I., M.H.I. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan komunikatif, beliau menjelaskan berbagai aspek penting terkait pernikahan usia dini.
Dalam paparannya, H. Arman Siregar menegaskan bahwa pernikahan dini bukan hanya persoalan tradisi atau dorongan lingkungan, tetapi juga memiliki konsekuensi yang serius, antara lain:
- Risiko kesehatan reproduksi, seperti komplikasi kehamilan dan persalinan.
- Gangguan psikologis, karena remaja belum memiliki kematangan mental untuk membangun rumah tangga.
- Masalah ekonomi, akibat belum siapnya pasangan muda untuk mandiri secara finansial.
- Konflik rumah tangga, karena kurangnya pengalaman dan kedewasaan dalam menghadapi permasalahan.
- Terhambatnya pendidikan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi masa depan remaja.
Beliau juga memberikan motivasi agar para siswa fokus mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi, dan meraih masa depan yang gemilang melalui pendidikan. Narasumber turut mengajak siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan berhati-hati terhadap pergaulan bebas yang dapat memicu terjadinya pernikahan dini atau perilaku berisiko lainnya.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif bertanya dan berdialog mengenai persoalan remaja dan dampak pernikahan dini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi yang diberikan secara langsung oleh ahli di bidangnya.
Melalui kegiatan KUA Goes to School: BRUS, diharapkan siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga masa remaja dengan bijak dan menghindari pernikahan dini. Sekolah berharap program edukasi ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik dan membantu mereka merencanakan masa depan yang lebih baik.